Jumat, 29 Mei 2015

DIPERTIGAAN JALAN, AKU BERHENTI



Sepanjang aku berjalan, baru ku temui pertigaan
Adu diam di bawah pohon beringin
Kanan atau kiri aku harus melangkah
Tak ada papan hijau arah yang berarti
Jika belok kanan, aku masuk ke hutan belantara
Jika aku membelokan raga ini ke kiri, aku mati di jurang
Apalagi jika aku terus lurus, Aku sesat jalan buntu
Dan jika aku diam, beringin sudah mau tumbang
Aku bimbang di pertigaan jalan
Salamku saja, ke mungkinan aku mati dalam sendu
(SYIFA ROSALIYA)
-30 MEI 2015-

Rabu, 27 Mei 2015

PUISI TAK BERUJUNG

Ada sesak saat ku baca sebuah tulisan
Ingat irama janji yang kau ucap
Malam kemarin, saat hati masih bisa kau rayu
Aku beri pamit, kau tolak mentah

Kelam malam, lebih kelam hatiku
Yang teriris lebih dari sering
Ah, aku bosan menangis
Apalagi harus mengemis padamu

Aku diam saja
Melihat wayang yang berskenario hebat
Aku menertawakan lukaku
Tiada lagi, kau beri duri padaku

Mengapa kau ucap manis padaku
Jika yang lebih manis kau janjikan padanya
Tak cukupkah dengan cintaku saja
Atau kau sengaja menjadi dalang keperihan ini

Menyisir sepanjang pantai
Tak ku lihat kau mengikutiku
Sampai ini kah perjuangan mu padaku
Tak sebalas dengan yang aku lakukan padamu

Mana mau kau dengan wanita  sepertiku
Malu kau bawa aku, kenalkan pada temanmu
Tiada lagi, Kau pasti tidak mau
Jika kau mau, Kau tentu pilih aku

 Kau lupa setia yang kau janjikan
Tidak seperti ini yang mengerikan
Kau ingat, namun kau lebih ingat pada raut wajahnya
Aku, lupakan saja....

Jika ku tuliskan kecewaku malam ini
Sampai pagi suntuk pun tidak cukup
Sekalipun dengan beribu maaf
Puisi ini tak akan berujung


SYIFA ROSALIYA
CIKONENG, 27 MEI 2015